Potongan cerita dibalik kuliah
psoikolojgi mahasiswa kupu-cupu
“Enak ya kuliahnya gak ada
hitungannya”
“Kuliah psikologi emang mau
jadi apa? Jadi HRD? Guru BK? Dokter jiwa? Atau peramal?”
“Kuliahnya susah”
“Peluang kerjanya sempit?”
Hello readers!
Selain
petanyaan di atas nih, masih banyak lagi pertanyaan seputaran kulian psikologi
yang baru katanya gini ya katanya gitu ya? Loh, terus yang bener itu gimana?
Yuk kita bahas apa aja serba serbi kuliah psikologi.
Nah
sebelumnya, aku ini seorang mahasiswi jurusan psikologi yang saat ini sudah
menempuh setengah jalan, doakan cepet lulus yaa! ^^ sekarang aku pengen bahas
gimana sih rasanya dan apa aja yang ada di jurusan psikologi tentunya ini dari
perspektif aku berdasarkan pengalaman aku berkecimpung di jurusan ini dan juga
beberapa cerita dari temen-temen yang sharing sama aku dari universitas yang
lain.
Pertama,
banyak nih yang masuk psikologi karena katanya nih gak ada hitung-hitungan?
Eiiiits, kalian salah besar! Di jurusan ini ternyata banyak hitungannya juga
loh! Ada mata kuliah statistika yang dari namanya aja kita semua tahu kalua isinya itu hitungan semua. Terus
ada juga di mata kuliah psikometri, ini biasanya ada setelah statistika dan
isinya juga masih hitung-hitungan tetapi lebih ke penggunaan aplikasi. Selain
itu juga ada perhitungan untuk menghitung hasil tes psikologi dan masih banyak
lagi. Jadi, salah besar kalua kalian milih jurusan ini kalau karena menghindari
alasan diatas.
Kedua,
kuliah psikologi emang mau kerja apa? Ternyata banyak banget ranah kerja
yang bisa kita masuki setelah lulus. Oh iya, untuk lulusan S1 itu belum menjadi
Psikolog yang teman-teman. Kalau mau jadi psikolog, kita harus lanjut dulu ke
S2 profesi dan mendapatkan gelar Psik. (Psikolog). Untuk lulusan S1 sendiri
Sudah bisa bekerja kok! Kalian bisa jadi asisten psikolog, guru BK, HRD,
trainer, entrepreuner, dan masih banyak lagi. Atau kalian mau ke ranah militer?
Daftar PA/PK pun bisa banget! (tentunya jika memenuhi persyaratan ya) luas
banget kan ruang lingkup kerjanya
Ketiga,
katanya kuliahnya susah? Hmm, menurut aku semua jurusan juga pasti susah
ya, namun tergantung gimana minat kita berkecimpung disana dan bagaimana kita
menghadapi kesulitan itu. Overall, buat aku kuliah di psikologi seru banget. Di
beberapa mata kuliah mungkin ada yang sulit kita pahami dan ada juga yang mudah
di pahami namun susah inget (loh?). jadi, kuliahnya sih memang dominan hafalan
di banding hitungan. Kata orang sih mendingan paham dari pada hafal doang, yup
memang betul namun, rasanya kalau paham tapi lupa istilahnya kan berabe juga,
makanya paham dan hafal itu sama pentingnya.
Aku
pribadi sih, kesulitan yang paling aku rasakan ketika kuliah adalah nyari
subjek penelitian untuk praktikum. Karena kita memakai subjek penelitiannya
manusia (manusia hidup ya), kita harus ngajak orang yang sesuai dengan kriteria
yang dibutuhkan dan buat aku yang tergolong mahasiswa kupu-kupu itu agak sulit
ya. Pantesan aja nih waktu maba kakak tingkat pada saranin untuk perluas relasi
karena berguna banget buat praktikum gini, bener deh. Setlah dapat pun kita
harus antisipasi kemungkinan ldi cancel walaupun sudah tanda tangan surat
persetujuan. Aku sendiri pernah ngalamin di cancel SP 2 jam sebelum praktek dan
untungnya punya orang cadangan. Sempat panik tapi, seru kan? Wkwkwk.
Keempat,
katanya kuliah psikologi bisa ngeramal orang ya? Wkwkwk kadang lucu,
dikiranya kuliah jurusan peramal?:( di psikologi kita bukan belajar ngeramal
orang. Dan kalau kalian pikir disini bisa ngeramal orang, kalian salah masuk
jurusan. Di psikologi kita belajar tentang bagaimana tingkah laku dan proses
mental seseorang. Itu pun gak sembarang kalau si A mgelakuin ini berarti
orangnya begini, si B begini berarti kepribadiannya begini atau si C kaya gini
berarti dia sakit jiwa. Melihatnya itu kita perlu beberapa proses. Ada
wawancara, observasi dan juga menggunakan berbagai alat tes yang dibutuhkan.
Nah diagnosisnya juga perlu dilakukan oleh ahli, bahkan untuk lulusan S1 nih
kita belum diperbolehkkan melakukan diagnosis atau pun intrepretasi. Jadi,
jangan minta mahasiswa psikologi ngeramal lagi ya, minta melamar aja wkwkwk
Kelima,
kuliah sambil rawat jalan. Pernyataan ini sering muncul diantara
mahasiswa dan juga dosen. Karena ketika kuliah kita kan mempelajari manusia dan
kita sendiri adalah manusia. Ilmu yang kita pelajari kan jadi langsung
diterapkan ke diri sendiri. Kemudian, sebelum kita mengujikan alat tes pun kita
mengetesnya terlebih dulu ke diri sendiri. Habis kuliah selesai suka ada aja
yang bilang “oh iya kan aku dulunya gini jadi gini” “oh iya berarti aku tipe
yang begini harus begini”. Seru kan jadi mengenal diri sendiri dan jika merasa
ada yang salah dengan diri kira, kita bisa langsung konsultasi dengan dosen
kita yang pastinya adalah seorang psikolog. Biasanya pihak kampus/fakultas
menyediakan tempat konseling gratis untuk mahasiswa, seru banget kan!
Terakhir,
ada gak sih psikologi hewan? (What?!) Ini emang jarang banget yang nanya
tapi aku sendiri pernah ngalamin ditanyain soal psikologi hewan. Kaget dan
pengen ketawa juga sebenarnya wkwkwk. Jadi, psikologi itu belajar tentang
tingkah laku dan proses mental manusia. Nah praktikumnya beberapa ada yang
pakai hewan. Misalnya, skinner box yang praktikumnya itu pake tikus
putih. Tapi, bukan karena praktikum pakai hewan artinya kita belajar psikologi
hewan☹. Tapi aku nggak tahu juga mungkin diluar sana ada
yang sudah mengembangkan psikologi hewan, who knows
Oke
deh teman-teman sekalian segini dulu serba serbi kuliah di jurusan
psikologinya. Gimana makin tertarik atau jadi gak tertarik masuk psikologi?
Komentar
Posting Komentar