Langsung ke konten utama

TIPS SUKSES PSIKOTES!

Hello Readers!
            Sedikit berbagi cerita nih, semenjak aku masuk jurusan psikologi, banyak temen dan adek kelas aku yang nanya “Gue mau masuk akmil nih, tips lulus psikotes gimana sih?” “Aku gagal psikotes di Univ A, terus di Univ B ada psikotes lagi, soalnya sama gak sih? Tips nya gimana ya biar lolos?” dan banyak pertanyaan sejenis.
            Di jurusan psikologi tentu diajarin tentang psikotes. Tentang alat tesnya, fungsinya, tata cara menggunakannya dan sebagainya. Lolos nggaknya ya tergantung kalian yang ngerjain lahL hehe gak deeeh XD
            Salah satu dosen aku pernah ngasih tips “jitu” biar lulus psikotes, yaitu “Ubahlah diri kamu supaya kamu lulus
Jreeng… jreeeng….
Gak sedikit temen sekelas aku yang bengong ketika dikasih tips itu. Bahkan ada yang nyeletuk “tips macem apaan tuh?”, ada juga yang ketawa sambil garuk-garuk kepala dan mungkin diantara kalian juga bingung ya wkwk.
Hasil psikotes itu adalah sebagian dari cerminan diri baik sadar maupun tidak sadar. Ketika kalian merubah diri kalian atau lingkungan yang merubah kalian tentu hasilnya akan berubah juga. Jadi, tujuan psikotes itu adalah untuk “melihat” diri kalian.
Terus kalau buku-buku latihan psikotes atau bahkan les psikotes itu gimana dong?
Gini deh, kita ibaratkan misalnya psikotes itu adalah termometer. Diri kita diukur suhunya berapa agar tau apa kita perlu obat atau tidak, kalau perlu obat, obatnya apa yang cocok. Nah, sekarang kita celupin termometernya ke air es (direkayasa), padahal kita lagi demam, salah deh obatnya malah obat hipotermia, hayoloh?
Begitu juga dengan psikotes, ketika direkayasa maka hasilnya tidak akurat dan tindakannya pun salah. Ketika kita les atau latihan ngerjain psikotes (apalagi liat kunci jawaban), ibaratnya kita sedang berusaha merekayasa diri kita sendiri.
Akibatnya mungkin tidak terlihat langsung seperti saat kita salah minum obat, tapi akan terlihat ketika sudah melewati waktu yang cukup panjang.
Misalnya, ketika kalian mau masuk jurusan kedokteran dengan mengandalkan kunci jawaban ketika psikotes. Padahal bakat dan minat kalian bukan di bidang kedokteran (malah di bidang teknik misalnya), iya okay kalian akan lolos, tapi nanti mungkin kalian bisa kelabakan dengan materi perkuliahan, pergaulannya mungkin, jam kerjanya atau malah ketika jadi dokter kalian malah jadi dokter yang sesat karena gak sabaran ngadepin pasien nakal(?) who knows?
That’s why ada psikotes guys. Supaya kemampuan, bakat dan minat kalian sesuai dengan yang di minta, dan mengukur mampu gak sih kalian survive  di bidang tersebut. Sebenarnya jadi memudahkan kita untuk beradaptasi kelak. Tapi yaaaa, namanya gak keterima itu kan sakit ya hehehe…
Jadi, apa dong tips sukses psikotesnya?
Gampang banget! Tidur yang cukup dan juga sarapan. Karena saat psikotes akan menguras tenaga sebab kalian harus mengeluarkan segala yang kalian punya agar hasilnya bener-bener maksimal dan jangan lupa konsentrasi! Ikuti semua petunjuknya dan jangan ragu bertanya kalau kalian belum paham dengan instruksinya. Udah deh, gampang kaaaan? Gak usah mahal-mahal deh beli buku apalagi ikut les. Jangan lupa selalu Vitamin D! (Doa)
Good luck! ^v^)//

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KULIAH PSIKOLOGI? SERU BANGET!

Potongan cerita dibalik kuliah psoikolojgi mahasiswa kupu-cupu “Enak ya kuliahnya gak ada hitungannya” “Kuliah psikologi emang mau jadi apa? Jadi HRD? Guru BK? Dokter jiwa? Atau peramal?” “Kuliahnya susah” “Peluang kerjanya sempit?” Hello readers! Selain petanyaan di atas nih, masih banyak lagi pertanyaan seputaran kulian psikologi yang baru katanya gini ya katanya gitu ya? Loh, terus yang bener itu gimana? Yuk kita bahas apa aja serba serbi kuliah psikologi.                 Nah sebelumnya, aku ini seorang mahasiswi jurusan psikologi yang saat ini sudah menempuh setengah jalan, doakan cepet lulus yaa! ^^ sekarang aku pengen bahas gimana sih rasanya dan apa aja yang ada di jurusan psikologi tentunya ini dari perspektif aku berdasarkan pengalaman aku berkecimpung di jurusan ini dan juga beberapa cerita dari temen-temen yang sharing sama aku dari universitas yang lain.     ...

TIPS MENJAGA KESEHATAN MENTAL [SPECIAL WORLD MENTAL HEALTH DAY]

Masih banyak orang yang lebih mementingkan kesehatan fisik dan sering kali mengabaikan kesehatan mental mereka. Padahal keduanya sangat penting dan harus berimbang. Gini deh, percuma kan kalau kita sehat fisik tapi secara mental kita nggak sehat, kegiatan kita mungkin akan terganggu mungkin juga relasi kita ikut terganggu bahkan kesehatan fisik kita juga bisa terganggu jika mental kita nggak sehat. Begitu juga sebaliknya. Lalu pertanyaannya bagaimana kita bisa menjaga kesehatan mental kita? Sebenarnya, banyak sekali hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental kita. Hanya saja kita tidak menyadarinya atau sadar namun malas untuk melakukannya. Apa saja itu? Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga kesehatan mental kalian Belajar mencintai diri sendiri . Tentu sudah sering mendengar kata-kata ini namun sudahkah kalian terapkan? Ini memang sangat mudah kita ucapkan tapi sulit dipraktekan. Sering kali tanpa sadar kita memandingkan diri kita dengan orang lain, memikirka...

DAMPAK PANDEMI COVID19 : PERILAKU KONSUMEN

Pandemi covid19 yang melanda Indonesia yang terdeteksi sejak Maret 2020 banyak mempengaruhi masyarakat dalam segala aspek. Bahkan dampaknya terlihat sejak hari pertama diumumkan adanya kasus pertama pasien positif covid19 di Indonesia. Wabah ini juga berdampak pada perilaku konsumen di Indonesia. Wabah covid19 memicu panic buying di masyarakat yang membuat kebutuhan-kebutuhan pokok, handsanitizer, masker dan lainnya. Ini saya alami ketika berada di salah satu supermarket di Kota Cimahi yang saya kunjungi untuk membeli keperluan bulanan dan saya mendapati rak bagian handsanitizer dan masker telah kosong. Terlihat banyak orang berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok secara berlebihan atau panic buying . Panic buying ini dipicu akibat ketakutan dan kekhawatiran yang timbul di masyarakat akan ketidakjelasan kondisi dan akibat yang nanti ditimbulkan wabah covid19. Hal ini yang kemudian memotivasi mereka menimbun kebutuhan pokok serta barang lainnya yang mereka beli secara impulsif. ...