Langsung ke konten utama

4 TRIK MENYIMPAN BAHAN MAKANAN ALA ANAK KOS (TANPA KULKAS)

Hai readers!!

Setelah sekian lama akhirnya balik lagi~

Ditengah pandemi Covid19 kaya gini aku di rumah jadi suka mengingat betapa manis dan pahitnya dikosan hahaha, apalagi soal makanan yang menjadi salah satu masalah umum dan penyedot biaya hidup terbesar. Itulah kenapa di kosan aku lebih pilih masak sendiri daripada beli, karena lebih hemat, lebih sehat dan juga suka bingung beli makan apa. Tapi, kosan tanpa kulkas gimana nyetok makanan? Nah, aku punya beberapa trik apalagi buat kalian yang suka masak di kosan kaya aku ini, dan pastinya cucok banget buat kalian terapin di kosan atau bahkan di rumah selama masa #dirumahaja ini. Yuk langsung aja deh!

1.      Bumbu dapur

Nah ini adalah dasar dari segala masakan. Biasanya aku nyetok bumbu dasar kaya bawang merah, bawang putih, daun bawang, gula, dan garam. Buat kalian yang punya kamar lembab, biasanya bawang merah dan putih itu suka tumbuh tuh, kalian bisa jemur biar nggak tumbuh. Buat daun bawang, kalian yang di kosannya gak punya kulkas pasti risau karena cepet layu, nah triknya biar awet adalah kalian beli daun bawangnya yang masih ada akarnya, lalu simpan dia di gelas yang ada airnya, nanti dia bakal segar terus dan bahkan tumbuh. Aku sendiri suka potong secukupnya terus nanti dia tumbuh lagi, dan jadi awet juga hemat kan gais haha. Kalian juga bisa tanam dia di pot dengan tanah dan merawatnya pun cukup mudah.

Oh iya, sayur-sayuran juga biasanya aku simpan kaya si daun bawang tadi. Misalnya sayur bayam dan kangkong, tapi hanya awet 2 hari paling lama.

2.        Menyimpan frozen food tanpa kulkas

Nah makanan ini adalah makanan darurat versi aku haha karena masaknya cepat dan enak pastinya. Tp frozen food kaya nugget, sosis, bakso, dll itu bakal asem rasanya kalau gak disimpan di kulkas. Nah, aku suka akalin dengan cara di goreng dulu si frozen food itu baru di simpan. Misalnya, aku beli nugget kemudian sebungkus nugget itu aku goreng dulu semuanya, tiriskan dan tunggu biar dingin lalu aku masukin deh ke wadah tertutup. Jangan dimasukin ke wadah tertutup saat panas ya, karena nanti uapnya bisa bikin makanan asem dan jamuran. Nah ini biasanya aman sampe 4 harian (aku belum pernah lewat 4 hari karena keburu habis). Nanti ketika akan makan bisa di hangatkan lagi. Aku biasanya ngangetinnya tanpa minyak. Tapi kalau sosis, aku lebih pilih nyetok sosis siap makan.

3.        Menyimpan perdagingan 😊

Nah ini sama dengan caranya nyimpen si frozen food tadi. Jadi, sebelum membeli daging, misalnya aku beli ayam, aku udah punya tujuan akan dimasak apa. Misalnya, besok aku mau masak sayur sop pake ayam, nah si ayam ini aku potong-potong untuk ukuran ayam di sop, bumbui dengan garam dan ketumbar, diamkan sebentar lalu di goreng deh, besok tinggal dicemplungin deh untuk sayur sop.

4.        Menyimpan tahu

Sebagai sumber protein yang lebih terjangkau disbanding daging wkwk, si tahu ini gampang banget asem kalo gak di kulkas. Cara menyimpannya ada 2 cara. Pertama kalian bisa goreng atau olah terlebih dahulu si tahu ini. Dan kedua kalian yang pengen tahunya disimpan dalam keadaan mentah bisa menyimpannya dengan cara merendam tahu di dalam air mineral dengan wadah tertutup tapi tidak rapat. Ganti airnya 1 hari sekali, ini bisa awet sampai 3 hari.

Nah, itu dia trik aku menyimpan bahan makanan selama di kosan. Apa kalian juga punya trik-trik menarik lainnya? Komen dibawah yaa ^^

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KULIAH PSIKOLOGI? SERU BANGET!

Potongan cerita dibalik kuliah psoikolojgi mahasiswa kupu-cupu “Enak ya kuliahnya gak ada hitungannya” “Kuliah psikologi emang mau jadi apa? Jadi HRD? Guru BK? Dokter jiwa? Atau peramal?” “Kuliahnya susah” “Peluang kerjanya sempit?” Hello readers! Selain petanyaan di atas nih, masih banyak lagi pertanyaan seputaran kulian psikologi yang baru katanya gini ya katanya gitu ya? Loh, terus yang bener itu gimana? Yuk kita bahas apa aja serba serbi kuliah psikologi.                 Nah sebelumnya, aku ini seorang mahasiswi jurusan psikologi yang saat ini sudah menempuh setengah jalan, doakan cepet lulus yaa! ^^ sekarang aku pengen bahas gimana sih rasanya dan apa aja yang ada di jurusan psikologi tentunya ini dari perspektif aku berdasarkan pengalaman aku berkecimpung di jurusan ini dan juga beberapa cerita dari temen-temen yang sharing sama aku dari universitas yang lain.     ...

TIPS MENJAGA KESEHATAN MENTAL [SPECIAL WORLD MENTAL HEALTH DAY]

Masih banyak orang yang lebih mementingkan kesehatan fisik dan sering kali mengabaikan kesehatan mental mereka. Padahal keduanya sangat penting dan harus berimbang. Gini deh, percuma kan kalau kita sehat fisik tapi secara mental kita nggak sehat, kegiatan kita mungkin akan terganggu mungkin juga relasi kita ikut terganggu bahkan kesehatan fisik kita juga bisa terganggu jika mental kita nggak sehat. Begitu juga sebaliknya. Lalu pertanyaannya bagaimana kita bisa menjaga kesehatan mental kita? Sebenarnya, banyak sekali hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental kita. Hanya saja kita tidak menyadarinya atau sadar namun malas untuk melakukannya. Apa saja itu? Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga kesehatan mental kalian Belajar mencintai diri sendiri . Tentu sudah sering mendengar kata-kata ini namun sudahkah kalian terapkan? Ini memang sangat mudah kita ucapkan tapi sulit dipraktekan. Sering kali tanpa sadar kita memandingkan diri kita dengan orang lain, memikirka...

DAMPAK PANDEMI COVID19 : PERILAKU KONSUMEN

Pandemi covid19 yang melanda Indonesia yang terdeteksi sejak Maret 2020 banyak mempengaruhi masyarakat dalam segala aspek. Bahkan dampaknya terlihat sejak hari pertama diumumkan adanya kasus pertama pasien positif covid19 di Indonesia. Wabah ini juga berdampak pada perilaku konsumen di Indonesia. Wabah covid19 memicu panic buying di masyarakat yang membuat kebutuhan-kebutuhan pokok, handsanitizer, masker dan lainnya. Ini saya alami ketika berada di salah satu supermarket di Kota Cimahi yang saya kunjungi untuk membeli keperluan bulanan dan saya mendapati rak bagian handsanitizer dan masker telah kosong. Terlihat banyak orang berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok secara berlebihan atau panic buying . Panic buying ini dipicu akibat ketakutan dan kekhawatiran yang timbul di masyarakat akan ketidakjelasan kondisi dan akibat yang nanti ditimbulkan wabah covid19. Hal ini yang kemudian memotivasi mereka menimbun kebutuhan pokok serta barang lainnya yang mereka beli secara impulsif. ...