Langsung ke konten utama

Tips hemat tetap kece ala anak kost


Hello readers!
Hayoo, siapa disini yang masih bingung hidup ngekos, jauh dari rumah dan pengen nabung tapi susah? Uang jajan sedikit tapi gaya pengen selangit? Loh, loh, loh, jangan ambil pusing! Berhemat itu gampang kok walau kalian ngerantau. Kalau udah hemat, otomatis bisa nabung kaaaan dan pastinya gaya kalian bakal tetep kece. Eits, tapi bedain ya antara hemat dan pelit, karena ya beda tipis-tipis lah. Dan jangan lupa di niatkan dengan sungguh-sungguh ya wkwk.
So, gimana sih caranya menghemat uang tapi hidup tidak merana di rantau? Nah, aku punya beberapa tips hemat ala aku untuk kalian dan semoga bisa kalian apply juga yaa, check this out!
1.      Pastikan hal apa yang paling menghabiskan uang bulanan kalian.
Nah, misalnya nih kalau buat aku, makan adalah kebutuhan yang paling menghabiskan uang bulanan aku. Karena makan itu 3x sehari dan selalu di-repeat setiap hari. Kalau sudah tau bahwa “makan”lah yang paling menghabiskan uang bulanan kamu, sekarang potonglah jatah untuk makan. Loh, jadi dikurangin porsinya gitu? Atau jadi 2x sehari? Jangan-jangan makan mie doang? Omg, No!
            Tenang, ternyata tidak seperti itu guys. Maksudnya kurangi jatahnya adalah dengan bawa beras dari rumah (Ini adalah hal terpenting untuk mengurangi jatah makan!), nah jadi kan gak usah beli beras atau nasi tuh. Terus bisa juga bawa makanan awet dari rumah, seperti bihun, sarden kaleng, kornet (ada yang sachet kalau nggak ada kulkas di kos), sosis siap saji, telur, bawang-bawangan, garam, gula, teh, dll.
            Selain itu kalian juga bisa akalin dengan belanja di pasar atau warung sayur. Apalagi pasar pagi, harganya murah, meriah nan segar! Nanti masaknya di rice cooker deh wkwk, dan beruntunglah kalian yang kosannya punya dapur, yeaaay!
2.      Selalu dahulukan prioritas.
Nah, ini dia yang sering kali diremehin padahal ini hal sepele yang penting. Masih banyak temen-temen yang ngeluh “aduh nanti makan apa ya, uangnya tinggal segini abis buat kosmetik” atau “aduh belum di tf nih padahal mau bayar buku” dan lainnya. Nah, kurang lebih itu lah yang terjadi akibat kita nggak bisa memprioritaskan mana yang penting/urgent dan yang masih bisa di tunda.
Misalnya, A harus beli buku pegangan dan di sisi lain liptint A sudah sekarat. Kalau prioritas A adalah penampilan tetap kece setiap saat, maka belilah dahulu liptint, dan buku pinjem dulu ke perpus atau teman sembari nunggu uang datang lagi. Tapi, kalau priritas A ternyata adalah akademik, maka belilah dahulu buku materinya, liptint di awet-awet dulu, yaa pake lah tipis-tipis biar lebih natural.
Contoh lain, A diajak main sama geng-gongnya, di waktu bersamaan temen SMP-nya ngajak reunian. Pilihlah teman yang paling ingin kamu temui agar uang kamu tetap aman. Jangan sampai defisit gara-gara main kesana kemari padahal cuma buat formalitas ala kadarnya tanpa menikmati meet up-nya. 
Setiap orang punya prioritas yang berbeda guys. Tergantung apa yang ia butuhkan saat itu.
3.      Pisahkan uang bulanan sesuai kebutuhan
Kalau aku nih, biasa bagi uang bulanan jadi 3 bagian. Wah, banyak juga ya, apa aja tuh?
a.      “Uang saku” (sekitar 70%) : uang ini adalah uang yang akan selalu kalian gunakan untuk makan, jajan, dan keperluan sehari-hari kalian (uang ini sudah termasuk untuk make up ya guys haha).
b.      “Dana Urgent” (Sekitar 30%) : uang ini adalah uang yang kalian gunakan ketika udah mepet-mepet saat uang saku kalian habis. Usahakan, uang ini hanya digunakan di detik-detik kalian mau di transfer orang tua.
c.       Tabungan (Sekitar 10%) : uang ini adalah uang “terlarang” alias jangan sampai digunakan untuk sehari-hari. Presentasenya aja dikit nih, harusnya bisa dong nyisihin sedikit, toh nanti uang ini bakal kalian pake buat sendiri juga.
*untuk persentasenya bisa kalian ubah sesuai kebutuhan guys. Contoh diatas adalah yang aku terapkan dan kadang berubah sesuai kebutuhan pada minggu/bulan tertentu.
4.      Carilah promo atau diskon
Yuhuuu~ mana tim suka diskon? Yak, diskon dan promo adalah hal yang menyenangkan di mata. Meski begitu tetap kalian gunakan prinsip utamakan prioritas agar kalian gak menyesal beli barang promo atau diskonan eh taunya gak dipake.
Kalian juga bisa cari voucher-voucher baik di online atau offline store yang memberi banyak benefit untuk kamu. Misalnya gratis ongkir di olshop, gratis ongkir untuk makanan, cari koin di aplikasi, makan gratis di restoran, bahkan nengok-nengok supermarket untuk cari diskon sabun juga bermanfaat loh guys, gak usah malu apa lagi gengsi, toh kita belum menghasilkan duit alias masih minta sama ortu juga wkwkwk.
5.      Yang paling penting adalah NIAT!
Sekeras apa pun kalian berusaha menghemat, kalau kalian masih mudah goyah dengan ajakan foya-foya kalian gak akan berhasil. Cara apapun dan tips apapun gak akan berhasil buat kalian yang niatnya goyah (aseeek).
Makanya, niatkan dengan kuat tujuan kalian menghemat apa, menabungkah, ada yang ingin dibelikah, atau sekedar meringankan sedikit beban orang tua kah itu terserah kalian. Ketika kalian mulai goyah, cobalah mengingat tujuan kalian itu dan kuatkan hati dari godaan-godaan. Dan perlu diingat, Hemat bukan berarti Pelit ya.

Selamat mencoba!!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KULIAH PSIKOLOGI? SERU BANGET!

Potongan cerita dibalik kuliah psoikolojgi mahasiswa kupu-cupu “Enak ya kuliahnya gak ada hitungannya” “Kuliah psikologi emang mau jadi apa? Jadi HRD? Guru BK? Dokter jiwa? Atau peramal?” “Kuliahnya susah” “Peluang kerjanya sempit?” Hello readers! Selain petanyaan di atas nih, masih banyak lagi pertanyaan seputaran kulian psikologi yang baru katanya gini ya katanya gitu ya? Loh, terus yang bener itu gimana? Yuk kita bahas apa aja serba serbi kuliah psikologi.                 Nah sebelumnya, aku ini seorang mahasiswi jurusan psikologi yang saat ini sudah menempuh setengah jalan, doakan cepet lulus yaa! ^^ sekarang aku pengen bahas gimana sih rasanya dan apa aja yang ada di jurusan psikologi tentunya ini dari perspektif aku berdasarkan pengalaman aku berkecimpung di jurusan ini dan juga beberapa cerita dari temen-temen yang sharing sama aku dari universitas yang lain.     ...

TIPS MENJAGA KESEHATAN MENTAL [SPECIAL WORLD MENTAL HEALTH DAY]

Masih banyak orang yang lebih mementingkan kesehatan fisik dan sering kali mengabaikan kesehatan mental mereka. Padahal keduanya sangat penting dan harus berimbang. Gini deh, percuma kan kalau kita sehat fisik tapi secara mental kita nggak sehat, kegiatan kita mungkin akan terganggu mungkin juga relasi kita ikut terganggu bahkan kesehatan fisik kita juga bisa terganggu jika mental kita nggak sehat. Begitu juga sebaliknya. Lalu pertanyaannya bagaimana kita bisa menjaga kesehatan mental kita? Sebenarnya, banyak sekali hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental kita. Hanya saja kita tidak menyadarinya atau sadar namun malas untuk melakukannya. Apa saja itu? Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga kesehatan mental kalian Belajar mencintai diri sendiri . Tentu sudah sering mendengar kata-kata ini namun sudahkah kalian terapkan? Ini memang sangat mudah kita ucapkan tapi sulit dipraktekan. Sering kali tanpa sadar kita memandingkan diri kita dengan orang lain, memikirka...

DAMPAK PANDEMI COVID19 : PERILAKU KONSUMEN

Pandemi covid19 yang melanda Indonesia yang terdeteksi sejak Maret 2020 banyak mempengaruhi masyarakat dalam segala aspek. Bahkan dampaknya terlihat sejak hari pertama diumumkan adanya kasus pertama pasien positif covid19 di Indonesia. Wabah ini juga berdampak pada perilaku konsumen di Indonesia. Wabah covid19 memicu panic buying di masyarakat yang membuat kebutuhan-kebutuhan pokok, handsanitizer, masker dan lainnya. Ini saya alami ketika berada di salah satu supermarket di Kota Cimahi yang saya kunjungi untuk membeli keperluan bulanan dan saya mendapati rak bagian handsanitizer dan masker telah kosong. Terlihat banyak orang berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok secara berlebihan atau panic buying . Panic buying ini dipicu akibat ketakutan dan kekhawatiran yang timbul di masyarakat akan ketidakjelasan kondisi dan akibat yang nanti ditimbulkan wabah covid19. Hal ini yang kemudian memotivasi mereka menimbun kebutuhan pokok serta barang lainnya yang mereka beli secara impulsif. ...